Posts

Control Stock, Ngapain aja sih?

Image
Dua fungsi utama PPIC adalah seperti dari kepanjangannya ‘Production Planning and Inventory Control’, Merencanakan Produksi dan Mengatur Persediaan. Fungsi kontroling ini dilakukan terus menerus bersama bagian Produksi, R&D, Warehouse RM PM, dan Purchasing. Setiap pagi PPIC (IC) sudah siap dengan stock all bahan, data ini dikirim oleh Warehouse RM PM. Admin Warehouse RM PM bisa memberikan update tiap jam jika perusahaan sudah menggunakan Integrated System (SAP), atau per shift dengan mengirim excel via email atau harian. Actually Warehouse RM PM selalu update bahan bahan yang diminta dan dikirim ke Produksi, sehingga stock bisa diketahui real time. Data status bahan yang diterima oleh PPIC (IC) berisi nama bahan dan berapa jumlahnya per masing-masing lot, expired atau lainnya. Kemudian IC akan membandingkan dengan rencana produksi hari ini dan minggu ini. Jika terlihat ada kekurangan maka check kondisi ini : 

Saatnya Membuat Rencana

Image
Minggu kemaren kita sudah membeli bahan yak, siapa yang beli,masih ingat ?……lupa! wah harus balik lagi kesini dulu ….. Mari Belanja Bahan . As a PPIC saat meminta kebutuhan bahan ke Purchasing wajib hukumnya menggunakan dokumen (resmi), yang sudah di setujui oleh PPIC dan Purchasing serta Pimpinan Perusahaan. Karena jika bahan tidak datang, beda spek, kebanyakan, kurang, dan problem lainnya, tidak binggung menghubungi siapa dan bisa segera di atasi. Dokumen resmi itu harus ada dasarnya, dari mana muncul kebutuhan jenis dan jumlah tersebut. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, PPIC harus mempunyai perhitungan rencana produksi mingguan, bulanan, triwulanan, semesteran dan tahunan yang disebut MPS. Sehingga bisa di hitung juga kebutuhan jenis dan jumlah bahan/ material dengan jangka waktu yang sama yang disebut MRP.

Mari Belanja Bahan, Kemana ..

Image
Departemen/ Bagian yang bertugas membeli bahan dinamakan Purchasing, ada juga yang menyebut Procurement, atau Pembelian. Tugasnya adalah menyediakan all kebutuhan dari perusahaan, baik untuk  Produksi,  Operasional,  Daily,  Mesin,  Jasa,  Infrastruktur, Alat,  Spare part,  Bahan bakar, dll.  Untuk Perusahaan yang produksinya udah cukup besar, tugas dari Purchasing ini bisa di pecah menjadi beberapa bagian, khusus  Bahan Produksi,  Mesin & Sparepart,  Daily Needs,  Jasa dan  Infrastruktur.

Saatnya menghitung kebutuhan Bahan.... Ini Job siapa?

Image
Yap tidak lain tidak bukan Dept PPIC (Production Planning & Inventory Control), ada yang IC aja. Jika perusahaan tidak mendirikan dept ini, Job desc nya bisa masuk ke mana saja. Ada yang gabung dengan Purchasing, Finance, Logistic, Production. Karena memang flexible tergantung kebutuhan Perusahaan, kalau masih UKM anda gabung-gabung saja, atau anda pegang sendiri. Menghitung kebutuhan bahan berhubungan erat dengan rencana produksi dan kapasitas gudang, sedangkan rencana produksi berhubungan dengan rencana penjualan yang dipengaruhi kapasitas gudang dan kapasitas mesin.  Kita mulai perencanaan dari yang paling jauh ya, rencana Pengembangan Perusahaan, misal 5 tahun kedepan akan memproduksi 5 juta karton dengan omzet 500 Milyar. Sehingga rencana produksi setahun adalah 1 juta karton, sebulan kurang lebih 100 ribu karton, tinggal kita breakdown produknya apa aja. 

Ada banyak macamnya, apa itu Bahan dan Material

Image
Setelah Bill of Material , kita belajar apa macam material, sebagian perusahaan menyebutnya Bahan. Ada banyak macam bahan yang dibutuhkan perusahaan untuk membuat produknya, mereka menggabungkan berbagai macam bahan dengan proses tertenu untuk menjadi suatu produk yang dibutuhkan dan akan di jual ke masyarakat. Berbagai macam bahan di kelompokkan dan di kategorikan, hal ini ditujukan untuk mempermudah penghitungan kebutuhan, penyimpanan di gudang, pembelian dan saat proses produksi. Sedikit saya berikan beberapa contoh macam kategori bahan : 1. Bahan Baku : adalah bahan pembuat produk inti. Misal Syrup Marjan maka syrupnya, Semen Tiga Roda maka semennya, Belvita maka biskuitnya, TV LG maka tvnya. 

Saya Kenalkan anda dengan BOM

Image
You know what, BOM is ejaan english. So I must introduce with english, BOM (baca: Be O eM) kepanjangan dari Bill Of Material, jumlah material, jumlah macam material, jumlah macam bahan dalam satu barang or product.  Jadi kalau ada benda apapun di depan mu, pasti terdiri dari bemacam-macam part.  Di depan saya saat ini ada botol Pocari Sweat, BOM nya apa aja. Botol plastik pastinya, label merk dan tutup botol. Adalagi di depan saya is Sajadah, BOM nya 4 macam benang, alas, label merk. Adalagi HP, wah kalau ini mah buanyak part nya, silahkan gooling aja yak he he. Part tersebut ada jumlahnya, misal kalau kursi ada 4 kaki penyangga. Jangan lupa, di Pocari tadi ada BOM bahan minumannya, pasti ada di label merk ‘ingredients’. Kalau makanan dan minuman selain BOM kemasan, ada BOM isinya. Misal wafer, isinya ya bahan pembuat wafer, coklat, tepung, pengawet, pewarna, dll. Di Ingredients tidak dituliskan jumlahnya, rahasia perusahaan. Jumlahnya anda tahu pun, belum tentu ...

Bekerja disaat musim Liburan

Image
Ippho Santosa Tetap bekerja di tengah suasana liburan kadang membuat kita malas. Betul apa betul? Nah, berikut ini tips-tips agar kita bersemangat kembali saat bekerja. Pertama, bawa oleh-oleh ke kantor. Kita tentu sepakat bahwa makanan atau oleh-oleh bisa menyenangkan hati semua orang di kantor, termasuk diri kita sendiri. Kedua, dengarkan musik. Mendengarkan musik-musik ceria bisa membangkitkan semangat. Terutama kalau beat-nya cepat. Dengar murottal juga boleh. Ketiga, manfaatkan waktu makan lebih lama dari biasanya, dengan syarat masih dalam waktu istirahat. Misal, kita lazimnya makan siang sekitar 30 menit. Nah, sesekali boleh kita tambah jadi 45 menit. Keempat, pergi bertemu teman setelah jam kerja. Boleh-boleh saja setelah jam kerja kita mampir dulu ke restoran bersama teman untuk sekadar menikmati makan malam. Ngobrol santai bisa meningkatkan semangat. Kelima, tuliskan dan susun ulang rencana kegiatan yang akan dilakukan di kantor. Ini akan membantu kita untuk leb...