Posts

Made to Order or Made to Stock

Image
Tulisan ini lanjutan dari ‘ Job Order or Mass Production ’ di minggu sebelumnya. Udah baca? Kalau udah oke kita lanjut. Melanjutkan apa yang pernah saya alami bekerja di Perusahaan dengan model Job Order, sedikit melanjutkan di Perusahaan Garment. Perubahan yang paling banyak dilakukan ada di PPMC (Pre Production & Material Control) dan Produksi Sewing (Jahit). Sedangkan Produksi Cutting, Ironing (Setrika), Folding (Lipat), Washing, Packing tidak banyak berubah. PPMC menjembatani orderan dari Marketing menjadi order spesifikasi yang harus dipahami orang pabrik serta menyiapkan semua bahan pendukung entah harus mendatangkan dari mana. Sedangkan IE Plan Produksi mengaplikasi spesifikasi tersebut menjadi rencana produksi dengan layout baru serta kebutuhan mesin apa, berapa serta jumlah orang. Selanjutnya di Mass Production atau Produksi dalam jumlah besar, tanpa henti, terus menerus, itu kalau barangnya laris he he. Selama 10 tahun saya mengalami proses pembelajaran di per...

Job Order or Mass Production

Image
Seperti janji saya sebelumnya untuk berbagi mengenai sistem pembuatan rencana produksi. Alhamdulillah selama berkecimpung di PPIC , sudah mengikuti dua model Pabrik terkait jenis prosesnya. Hal ini akan membedakan kerjaan di tiap Dept., namun tetep ya, saat ini  saya batasin di lingkungan PPIC. Apa itu Job Order dan Mass Production. Job Order adalah bisnis yang melakukan proses produksi jika ada order, konsumen bisa custom order di Perusahaan ini, produk tidak selalu sama walaupun tetap sejenis. Sistem ini sering juga di sebut Made to Order, membuat jika ada order. Contoh termudah adalah penjual Es Jus, Jus akan dibuat jika ada orang datang pesan, hampir tidak pernah saya melihat mereka membuat tanpa ada yang memesan. Mass Production adalah bisnis yang melakukan proses produksinya terus menerus dengan estimasi jumlah tersebut akan di beli orang, jika tidak habis ya bisa di obral, jadi hadiah, di bagi-bagikan, terakhir ya dimusnahkan. Sistem ini biasa disebut Make to Sto...

Plan Production : Made & Monitoring

Image
Minggu kemaren pembahasan kontrol stock adalah di wilayah stock bahan, karena yang di jaga terus menerus oleh PPIC pertama adalah produksi tetep running dengan mempersiapkan bahannya. Hal ini merupakan tanggung jawab yang berkesinambungan dari PPIC, karena setelah memberikan plan produksi. Semua Dept. berusaha patuh menjaga Plan Produksi, termasuk PPIC yang menghitung kebutuhan bahan dan merencanakan kapan harus didatangkan. Monggo kita ikutin proses merencanakan proses produksi serta monitoring hariannya. Di artikel sebelumnya pernah saya tuliskan bahwa ideanya setiap minggu PPIC harus membuat rencana produksi mingguan. Karena periode Minggu ini adalah waktu yang pas dan banyak digunakan orang/perusahaan untuk mengevaluasi kinerja dan merencanakan aktivitas berikutnya. Nah rencana produksi mingguan dibuat berdasarkan dari:   MPS bulanan yang sudah direncanakan sebelumnya,  update permintaan marketing/ distributor/ sales / SCM dan  ketersediaan bahan : ...

Control Stock, Ngapain aja sih?

Image
Dua fungsi utama PPIC adalah seperti dari kepanjangannya ‘Production Planning and Inventory Control’, Merencanakan Produksi dan Mengatur Persediaan. Fungsi kontroling ini dilakukan terus menerus bersama bagian Produksi, R&D, Warehouse RM PM, dan Purchasing. Setiap pagi PPIC (IC) sudah siap dengan stock all bahan, data ini dikirim oleh Warehouse RM PM. Admin Warehouse RM PM bisa memberikan update tiap jam jika perusahaan sudah menggunakan Integrated System (SAP), atau per shift dengan mengirim excel via email atau harian. Actually Warehouse RM PM selalu update bahan bahan yang diminta dan dikirim ke Produksi, sehingga stock bisa diketahui real time. Data status bahan yang diterima oleh PPIC (IC) berisi nama bahan dan berapa jumlahnya per masing-masing lot, expired atau lainnya. Kemudian IC akan membandingkan dengan rencana produksi hari ini dan minggu ini. Jika terlihat ada kekurangan maka check kondisi ini : 

Saatnya Membuat Rencana

Image
Minggu kemaren kita sudah membeli bahan yak, siapa yang beli,masih ingat ?……lupa! wah harus balik lagi kesini dulu ….. Mari Belanja Bahan . As a PPIC saat meminta kebutuhan bahan ke Purchasing wajib hukumnya menggunakan dokumen (resmi), yang sudah di setujui oleh PPIC dan Purchasing serta Pimpinan Perusahaan. Karena jika bahan tidak datang, beda spek, kebanyakan, kurang, dan problem lainnya, tidak binggung menghubungi siapa dan bisa segera di atasi. Dokumen resmi itu harus ada dasarnya, dari mana muncul kebutuhan jenis dan jumlah tersebut. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, PPIC harus mempunyai perhitungan rencana produksi mingguan, bulanan, triwulanan, semesteran dan tahunan yang disebut MPS. Sehingga bisa di hitung juga kebutuhan jenis dan jumlah bahan/ material dengan jangka waktu yang sama yang disebut MRP.

Mari Belanja Bahan, Kemana ..

Image
Departemen/ Bagian yang bertugas membeli bahan dinamakan Purchasing, ada juga yang menyebut Procurement, atau Pembelian. Tugasnya adalah menyediakan all kebutuhan dari perusahaan, baik untuk  Produksi,  Operasional,  Daily,  Mesin,  Jasa,  Infrastruktur, Alat,  Spare part,  Bahan bakar, dll.  Untuk Perusahaan yang produksinya udah cukup besar, tugas dari Purchasing ini bisa di pecah menjadi beberapa bagian, khusus  Bahan Produksi,  Mesin & Sparepart,  Daily Needs,  Jasa dan  Infrastruktur.

Saatnya menghitung kebutuhan Bahan.... Ini Job siapa?

Image
Yap tidak lain tidak bukan Dept PPIC (Production Planning & Inventory Control), ada yang IC aja. Jika perusahaan tidak mendirikan dept ini, Job desc nya bisa masuk ke mana saja. Ada yang gabung dengan Purchasing, Finance, Logistic, Production. Karena memang flexible tergantung kebutuhan Perusahaan, kalau masih UKM anda gabung-gabung saja, atau anda pegang sendiri. Menghitung kebutuhan bahan berhubungan erat dengan rencana produksi dan kapasitas gudang, sedangkan rencana produksi berhubungan dengan rencana penjualan yang dipengaruhi kapasitas gudang dan kapasitas mesin.  Kita mulai perencanaan dari yang paling jauh ya, rencana Pengembangan Perusahaan, misal 5 tahun kedepan akan memproduksi 5 juta karton dengan omzet 500 Milyar. Sehingga rencana produksi setahun adalah 1 juta karton, sebulan kurang lebih 100 ribu karton, tinggal kita breakdown produknya apa aja.